Komunikasi Efektif

Di era telekomunikasi dan keterbukaan informasi publik ini komunikasi menjadi sangat peniang. Komunikasi kini telah menjelma menjadi kebutuhan pokok ke sepuluh. Beberapa ahli mengatakan, barang siapa yang menguasai komunikasi maka akan menguasai dunia. Selain itu, komunikasi merupakan bidang yang ‘menggigit’ baik secara teoritis maupun praktis. Berikut ini beberapa hal yang saya simpulkan seputar komunikasi, semoga bermanfaat.

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).

Epistimologis : communications berasal dari bahasa latin: communicatio atau communis yang berarti sama. Sama disini akhirnya kesamaan makna

Mengapa penting mempelajari komunikasi:

  • Jika seseorang ‘salah komunikasinya’ (miscommunication), maka orang yang dijadikan sasaran mengalami:
  • Salah Persepsi (misperpection), yang gilirannya;
  • Salah Interpretasi (misinterpretation), berikutnya;
  • Salah Pengertian (misunderstanding). Dalam hal tertentu menimbulkan;
  • Salah perilaku (misbehavior), dapat dibayangkan apabila komunikasinya berlangsung pada skala regional, nasional apalagi internasional, bisa fatal

Proses Komunikasi

Harrold Lasswell: Who says What to Whom in Which Channel with What effect

Siapa (komunikator) yang mengatakan apa (pesan) kepada siapa (komunikan) dalam saluran tertentu (media) dengan akibat apa (feed back/ timbal balik)

Bentuk-bentuk Komunikasi

1. Komunikasi personal : komunikasi personal ada dua macam, yaitu komunikasi dengan diri sendiri dan komunikasi antar pribadi. Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu (dengan diri sendiri). Komunikasi dengan diri sendiri terjadi karena terjadinya pemberianmakna pada obyek. Obyek yang diamati mendapatkan rangsangan panca indra kemudianmengalami proses perkembangan dalam pikiran manusia. Komunikasi antar pribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secaratatap muka.Bentuk khusus dari komunikasi ini adalah Komunikasi Diadik (Dyadic

2. Komunikasi kelompok

Komunikasi kelompok dibagi menjadi dua bentuk, yaitu Komunikasi kelompok kecil (small group communication) dan komunikasi kelompok besar (large group communication). Komunikasi kelompok kecil adalah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka dimana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain. Tidak ada jumlah batasan anggota yang pasti, dua sampai tiga orang atau duapuluh sampai tiga puluh orang tetapi tidak lebih dari lima puluh orang. Komunikasi kelompok kecildengan sendirinya melibatkan pula komunikasi antar pribadi. Contoh komunikasi kelompok kecil adalah ceramah, diskusi panel, simposium, forum, seminar, dan lain-lain. Komunikasi kelompok besar adalah proses komunikasi dimana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar dan tidak dikenali satu persatu.disebut juga komunikasi pidato, komunikasi retorika, public speaking atau komunikasi publik.

3. Komunikasi organisasi

Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan komunikasi yang lebih besardaripada komunikasi kelompok. Melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antar pribadi dankomunikasi publik.

4. Komunikasi massa

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), yang dikelola olehsuatu lembaga yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat,anonim dan heterogen. Proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim darisumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifatmekanik seperti; radio, televisi, surat kabar dan film

Alur Komunikasi

1. Komunikasi vertikal
Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari      bawahan ke pimpinan secara timbal balik.
2. Komunikasi horisontal
Komunikasi horisontal adalah komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi       ini sering kali berlangsung tidak formal yang berlainan dengan komunikasi vertikal yang terjadi secara formal.
3. Komunikasi diagonal
Komunikasi diagonal yang sering juga dinamakan komunikasi silang yaitu seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya     Berbeda dalam kedudukan dan bagian (Effendy, 2000 : 17).

Proses komunikasi secara umum digambarkan daram teori menurut Harrold Lasswel, sebagai berikut: Communication is Who says what to whom in which channel with what effect, yang artinya, komunikasi adalah proses dimana seseorang (komunikator) mengatakan sesuatu (pesan) kepada seseorang (komunikan), menggunakan saluran tertentu (media) dan dengan efek tertentu (feedback).

Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu “menerjemahkan” pikiran dan perasaan komunikator kepada komunikan.

Proses komunikasi sekunder adalah proses penyamapaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Penggunaan media kedua dalam melancarkan komunikasi karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak.

Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:

Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.

Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.

Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.

Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.

Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim

Sifat Komunikasi

Ditinjau dari sifatnya, komunikasi diklasifikasikan sebagai berikut

1. Komunikasi verbal (verbal communication)

–          Komunikasi lisan (oral communication)

–          Komunikasi tulisan (written communication)

2. Komunikasi nirverbal (nonverbal  communication)

–          Komunikasi kial (gestural/body communication)

–          Komunikasi gambar (pictoral communication)

–          Lain-lain

3. Komunikasi tatap muka (face to face communication)

4. Komunikasi bermedia (mediated communication)

Tatanan komunikasi

Yang dimaksud dengan tatanan komunikasi adalah proses komunikasi ditinjau dari jumlah komunikan. Apakah satu orang, sekelompok orang, atau sejumlah orang yang bertempat tinggal secara tersebar. Berdasarkan situasi komunikan seperti itu, maka diklasifikasikan menjadi bentuk-bentuk sebagai berikut:

1. Komunikasi pribadi (personal communication)

1)      Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication)

2)      Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication

2. Komunikasi kelompok (group communication)

1)      Komunikasi Kelompok kecil (small group communication)

–          Ceramah

–          Penyuluhan

–          Forum

–          Simpossium

–          Diskusi panel

–          Seminar

–          Carah saran

–          Lain-lain

2)      Komunikasi kelompok besar (large group communication)

–          Orasi politik

–          Sidang paripurna

–          Lain-lain

3)       Komunikasi massa (mass communication)

– Komunikasi media massa cetak (Printed mass media communication). Terdiri dari surat kabar (harian, mingguan, bulanan), majalah, dan lain-lain.

– Komunikasi media masa elektronik (electronic mass media communication). Diantaranya radio, televisi, film, dan lain-lain.

4)      Komunikasi online (online communication)

–          Email

–          Website

–          Situs jejaring sosial

–          Youtube

–          Blogspot

–          Surat kabar online

–          Lain-lain

5) Komunikasi medio (medio communication)

–          Surat

–          Telepon

–          Pamflet

–          Poster

–          Leaflat

–          Spanduk

–          Banner

–          Lain-lain

Tujuan Komunikasi

  1. Mengubah sikap (to change the attitude)
  2. Mengubah opini /pendapat/pandangan (to change the opinion)
  3. Mengubah perilaku (to change the behavior)
  4. Mengubah masyarakat (to change the society)

Fungsi Komunikasi

  1. Menginformasikan (to inform)
  2. Mendidik (to educate)
  3. Menghibur (to entertain)
  4. Mempengaruhi (to influence)
  5. Menjembatani/menengahi (to bridge)

Teknik Komunikasi

Istilah teknik berasal dari bahasa Yunani “technikos” yang berarti keterampilan atau keperigelan.

Berdasarkan keterampilan berkomunikasi yang dilakukan komunikator, teknik komunikasi diklasifikasikan menjadi:

  1. Komunikasi informatif (informed communication)
  2. Komunikasi persuasif (persuasive communication)
  3. Komunikasi pervasif (pervasive communication)
  4. Komunikasi koersif (coersive communication)
  5. Komunikasi instruktif (instructive communication)
  6. Hubungan manusiawi (human relations)

Metode Komunikasi

Istilah metode atau dalam bahasa Inggris methode berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang berarti rangkaia yang sistematis dan yang merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencana yang pasti, mapan, dan logis.

Atas dasar pengertian diatas metodekomunikasi meliputi kegiatan yang terorganisasi sebagai berikut:

  1. Jurnalisme/jurnalistik (Journalism)
  2. Hubungan masyarakat (public relations)
  3. Periklanan (advertising)
  4. Propaganda
  5. Perang urat saraf (psychological warfare)
  6. Perpustakaan (library)
  7. Lain-lain


TEKNIK KOMUNIKASI EFEKTIF

Pengertian Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif adalah Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change), atau perubahan perilaku (behavior change), atau setidaknya perubahan opini (opinion change) pada orang yg terlibat dalam komunikasi.

Lima Fondasi Membangun Komunikasi Efektif

ü  Berusaha benar2 mengerti orang lain (emphatetic communication)

ü  Memenuhi komitmen / janji

ü  Menjelaskan harapan

ü  Meminta maaf dg tulus ketika membuat kesalahan

ü  Memperlihatkan integritas pribadi

Faktor-faktor penunjang komunikasi efektif

a. Faktor pada komponen komunikan

Ditinjau dari komponen komunikan, seseorang atau sekelompok orang dapat menerima pesan dengan baik, jika berada dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Ia dapat dan benar-benar mengerti pesan yang disampaikan, baik itu dari bahasa, dialek, gaya bahasa, dan lain lain
  2. Pada saat komunikan mengambil keputusan, ia sadar bahwa keputusan itu sesuai dengan tujuannya.
  3. Pada saat ia mengambil keputusan, ia sadar bahwa keputusan tersebut bersangkutan dengan kepentingan pribadinya dan ia mampu memenuhinya baik secara fisik dan mental.
  4. Komunikan terdiri dari orang-orang hidup, bekerja, dan bermain satu sama lainnya dalam jaringan sosial, sehingga mengerti mana yang etis atau tidak etis

Intinya adalah, “know your audience”. Mengetahui audiens/pendengar merupakan hal yang utama dalam komunikasi. Sebbanya ialah karena penting sekali mengetahui:

1)      Timing yang tepat untuk menyampaikan/menerima suatu pesan

2)      Bahasa yang dipergunakan agar pesan dapat dapat dimengerti. Identifikasi audiense, jika diperlukan, gunakan saja bahasa daerah.

3)      Perhatikan sikap dan nilai yang harus ditampilkan. Sesuaikan dengan nilai, sikap, bahkan norma pendengar.

4)      Perhatikan juga jenis kelompok pendengar di mana komunikasi akan dilaksanakan.

b. Faktor pada komponen komunikator

Ditinjau dari komponen komunikator, untuk melaksanakan komunikasi efektif, terdapat dua faktor penting pada diri komunikator. Yakni Kepercayaan pada komunikator (source credibility) dan daya tarik komunikator (source attractiveness), dan memahami Image dari komunikan.

Kepercayaan kepada komunikator ditentukan oleh keahliannya dan dapat tidaknya ia dipercaya. Penelitian menunjukkan bahwaa kepercayaan yang besar akan dapat meningkaatkandaya perubahan sikap. Lebih dikenal dan disenanginya komunikator oleh komunikan, lebih besar kecenderungan komunikan untuk merubah sikap sesuai dengan yang diinginkan komunikator.

Seorang komunikator juga akan mempunyai kemampuan merubah sikap komunikan dengan menonjolkan atau menampilkan daya tariknya. Misalnya komunikator menonjolkan kesamaan dirinya dengan komunikan, bersenda gurau sesuai dengan nilai komunikan, menggiring komunikan kearah opini yang sama dan memuaskan sehingga komunikator meraih simpati komunikan. Kesamaan yang dapat dibangun seperti kesamaan ideologi dan kesamaan demografi.

Kemampuan yang tidak kalah penting adalah kemampuan membaca pikiran/ memahami kepentingannya, kebutuhannya, kecakapannya, pengalamannya, kemampuan berpikirnya, kesulitannya, dan sebagainya.

c. Faktor pada komponen pesan

1. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan

2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.

3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyajikan/menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut

4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi yang layak bagi situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat ia digerakan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.

 

  1. 4.      Komunikasi Antarpribadi yang efektif

Komunikasi antarpribadi didefinisikan Joseph A. Devito sebagai: Proses  pengiriman pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang, dengan beberapa efek dan umpan balik seketika.

Komunikasi antarpribadi terjadi secara dialogis dan memungkinkan terjadi feedback dan interaksi secara langsung dari komunikan.

Dibandingkan dengan bentuk komunikasi lainnya, komunikasi antarpribadi dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah opini, kepercayaan, mengubah sikap, dan perilaku komunikan.

Dalam komunikasi antarpribadi, ketepatan yang lebih besar (hemophily) antara komunikator dan komunikan menjadi faktor penting terciptanya komunikasi efektif. Komunikator mengutamakan menciptakan kesamaan dengan komunikan.

Menurut Kumar (2000), komunikasi efektif antar pribadi mempunyai 5 ciri:

  1. Keterbukaan
  2. Empati
  3. Dukungan
  4. Rasa positif
  5. Kesetaraan

Kiat sukses berkomunikasi

  1. Kenali dengan baik lawan bicara
  2. Jangan terlalu banyak bicara dan kurang mendengar
  3. Jangan merasa dan memperlihatkan bahwa kita lebih tahu daripada lawan kita bicara
  4. Kenali betul2 diri sendiri dan kemampuan diri sendiri.

Bentuk komunikasi efektif dalam kelompok 

Komunikasi kelompok adalah komunikasi diantara sejumlah orang yang terlibat dalam dalam suatu pertemuan yang bersifat tatap muka dimana setiap anggota mendapat kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya yang cukup kentara, sehingga terlihat tanggapan secara langsung.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan komunikasi kelompok secara efektif adalah:

  1. Analisis audiens (terlebih dahulu tanyakan dulu beberapa hal seperti bahasa yang dimengerti audiens, atau analisa usia, latar belakang pedidikan, bahkan jika perlu agama)
  2. Bersikap ramah, simpatik dan empatik serta memperlihatkan kredibilitas komunikator
  3. Libatkan audiens untuk aktif dalam pembahasan yang sedang berlangsung dengan cara mengajak berbicara, dan lain-lain.
  4. Penyampaian Humor dalam komunikasi kelompok relative penting untuk menimbulkan daya tarik dan menghilangkan kejenuhan. Hati-hati dengan humor yang berbau RAS, vulgar dan berlebihan.
  5. Selalu buka sesi Tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada audiens yang kurang mengerti.
  6. Siapkan alat bantu komunikasi yang memadai seperti audio, proyektor, pointer, alat peraga, dan lain sebagainya
  7. Ada baiknya komunikasi kelompok diakhiri dengan pembagian buah tangan seperti snack, pin, buku saku, atau sekedar fotokopi materi agar meninggalkan kesan positif bagi komunikan.

Teknik Komunikasi Massa yang Efektif

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio, dan televisi yang ditujukan secara umum, film, dan lain sebagainya.

Agar dapat mengemas komunikasi menjadi lebih efektif, komunikator sebaiknya mengetahui Karakteristik media massa, diantaranya:

  1. Komunikasi massa bersifat umum (terbuka untuk setiap orang)
  2. Hubungan komunikator-komunikan bersifat non-pribadi
  3. Media massa menimbulkan keserempakan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan komunikasi massa secara efektif adalah:

  1. Buat analisis sasaran/khalayak: (siapa komunikan yang dituju, di anasilis secara demografi, fisik, maupun pendidikan, misalnya, komuniksi yang dimaksudkan akan dimuat dalam media massa TV lokal dengan sasaran: orang dewasa, bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, srata ekonomi menengah keatas, dll)
  2. Analisis pesan: membuat materi komunikasi yang sesuai dengan keadaan, kepentingan dan kebutuhan sasaran.
  3. Analisis media: pilih media yang sesuai dengan maksud, tujuan, ideologi komunikator.
  4. Analisis komunikator: komunikator dalam media massa, (narasumber), sesuai peraturan kementerian kesehatan harus merupakan eselon II, dan jika tidak eselon III, atau boleh eselon IV dengan persetujuan direksi RSHS.
  5. Tentukan sarana pendukung komunikasi, bisa berupa joke (gurauan), penayangan visual, alat peraga, dan lain sebagainya, sehingga menarik komunikan dan menimbulkan efek yang positif.

Teknik berbicara efektif

Teknik berbicara yang efektif dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai berbicara.
  2. Mengatur volume bicara agar lebih keras dari biasanya. Caranya dengan mengatur, agar suara dapat didengar oleh jajaran orang yang duduk atau berdiri paling jauh dari tempat kita berbicara.
  3. Menggunakan kata-kata sehari-hari, yang dikenal oelh pendengar. Orang akan tertarik pada pembicaraan yang menggunakan kata-kata yang akrab ditelinganya daripada kata-kata yang tidak dimengerti (misalnya istilah-istilah dalam bahasa asing).
  4. Layangkan pandangan ke seluruh pendengar.

Kedua, Mendengar dengan aktif. Ada ungkapan yang mengatakan kalau kita ingin didengar orang maka belajarlah menjadi pendengar yang baik. Tampaknya ungkapan ini sangat sesuai dengan bahasan ini. Mendengar adalah hal yang utama dalam berkomunikasi, mendengar dengan aktif berarti mendengar untuk mengerti apa yang dikatakan dibalik pesan.

  1. Mendengar dengan aktif dengan menangkap ungkapan non verbal sebaik isyarat/petunjuk verbal. Artinya pada saat mendengarkan dengan aktif penerima akan mendapatkan umpan balik dengan menguraikan sendiri melalui kata-katanya tentang pesan yang disampaikan oleh pengirim, dan mengulang kembali dengan caranya sendiri.
  2. Penerima pesan mengecek kembali, yaitu apa yang ada dibalik pesan yang diterimanya untuk mengerti pesan apa yang sesungguhnya diterima.
  3. Gambaran perilaku, ini merupakan gambaran individual yang sangat spesifik, kegiatan pengamatan keapda orang lain tanpa membuat keputusan atau generalisasi tentang latar belakang, orangnya atau sifatnya.

Teknik mendengar efektif dapat membantu dan memastikan para komunikator mempunyai informasi yang akurat. Memastikan bahwa kualitas informasi yang baik tidak hanya merupakan tantangan dalam komunikasi. Keduanya baik pengirim maupun penerima ingin memastikan bahwa mereka mempunyai kualitas ketepatan dari informasi yang benar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s