Strategi Media Relations RSUP dr. Hasan Sadikin

Strategi Media Relations RSUP dr. Hasan Sadikin

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Era globalisasi yang didukung dengan kemajuan teknologi komunikasi yang begitu hebat memungkinkan dunia yang begitu luas ini menjadi global village (perkampungan global). Setiap orang memiliki kemudahan untuk mendapatkan informasi seperti “dikampungnya” sendiri. Maksudnya, setiap orang dapat menerima dan memberikan informasi dengan sangat mudah dan murah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Pemanfaatan teknologi tersebut terwujud dalam maraknya media massa yang berkembang di dunia, khususnya di Indonesia. Baik itu media massa cetak, elektronik, maupun online. Melalui media massa inilah berbagai informasi dapat diraih masyarakat dengan mudah. Wartawan, sebagai salah satu “corong” dari berbagai media komunikasi massa, memegang peran penting dalam penyampaian komunikasi/informasi di media massa.Dengan demikian sangat penting bagi setiap organisasi untuk menjaga hubungan baik dengan wartawan, agar informasi yang disampaikan wartawan melalui medianya “sesuai” dengan yang diinginkan organisasi yang diberitakan. Sebagai “Juru Bicara” dari suatu lembaga, Hubungan Masyarakat memiliki tugas untuk menjamin informasi yang disampaikan wartawan dalam medianya berimbang, bahkan cenderung menginformsaikan hal yang baik mengenai lembaga dimana tempat praktisi Humas tersebut bernaung, sehingga citra positif lembaganya tetap terjamin. Penyelenggaraan hubungan baik dengan media seperti yang telah disinggung pada paragrap sebelumnya, diterapkan juga di RSUP dr. Hasan Sadikin (RSHS). Terlebih, RSHS merupakan rumah sakit kelas A yang menjadi pusat rujukan tertinggi di tingkat Provinsi Jawa Barat, memiliki publik yang sangat banyak dan heterogen, baik itu publik internal maupun eksternal. Dengan kondisi RSHS ini, didukung gencarnya pemberitaan di media massa mengenai pelayanan kesehatan, maka peran Humas RSHS dalam menjamin hubungan baik dengan media (media relations) menjadi sangat vital.

Menurut Frank Jefkins, Press relations atau media relations adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak  dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.(2000:98). Dengan menelaah definisi media relations tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan media relations adalah tercapainya pemberitaan/publikasi dari media yang maksimal dan berimbang (balance). Mengingat munculnya era keterbukaan informasi yang pesat, serta pentingnya penyelenggaraan press relations di suatu lembaga, khususnya di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penulis memberi tema makalah ini dengan: Strategi Subbagian Humas Protokoler RSUP dr. Hasan Sadikin dalam Meningkatkan Media Relations.

  1. Pembatasan makalah

Ruang lingkup makalah ini adalah dalam pembatasan masalah, diantaranya:

  • Pengertian dan ruang lingkup media relations
  • Penerapan Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin
  • Manajemen Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin
  • Studi Kasus
  1. Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan Umum Sebagai pemenuhan salah satu syarat dalam meraih fungsional.. Tujuan Khusus

  • Menambah khzanah keilmuan dalam dunia kehumasan
  • Menambah pengetahuan mengenai praktik komunikasi tehadap pers di RSUP dr. Hasan Sadikin sehingga dapat menjamin hubungan yang baik dengan media massa yang berujung pada penjaminan citra positif lembaga.

 

  1. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif dan analisa kasus yang dipaparkan dalam BAB I yang menceritakan latar belakang, fungsi, serta sistematika penulisan makalah, BAB II memaparkan teori serta aplikasi program media relations di RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, dan ditutup oleh BAB III yang berisi kesimpulan dan saran.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 1. Pengertian Strategi

Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai satu tujuan. Istilah strategi dalam suatu manajemen bisa juga disebut rencana strategi atau rencana jangka panjang. Istilah strategi menurut Soleh Soemirat (2002:90) sering diartikan sebagai rencana jangka panjang. Suatu rencana strategis, didalamnya menetapkan garis-garis besar tindakan yang akan diambil didalam kurun waktu tertentu ke depan. Davis menyatakan dalam bukunya Everything You Should Know About Public Relations (2005:96) bahwa ada empat jenis strategi, yaitu (1) Kreatif, untuk membangun citra dan reputasi; (2) Ekspansif, untuk menciptakan daya saing kompetitif dan kinerja; (3) Merangkul perubahan dan nilai-nilai dasar; (4) Defenitif, untuk menghadapi ketidak-akuratan dan sikap permusuhan

2. Kegunaan Manajemen Strategi

Manfaat yang diperoleh dari penerapan manajemen strategi dalam suatu organisasi adalah:

  • Memberikan arah dan tujuan yang jelas dalam jangka panjang
  • Membantu lembaga atau organisasi beradaptasi pada perubahan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang
  • Menciptakan suatu operassional dan fungsional manajemen perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam menghadapi persaingan yang tajam.
  • Mengident ifikasi keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko tinggi
  • Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau lembaga untuk mencegah timbulnya berbagai masalah di masa yang akan datang.
  • Keterikatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi yang akan lebih memotifasi dalam tahap-tahap pelaksanaannya.
  • Aktifitas yang saling tumpang tindih antar unit akan terhindarkan.
  1. Pengertian Media Relations

Definisi media relations menurut Frank Jefkins adalah Usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak  dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.(2000:98) Jefkins menjelaskan mengenai target media relations adalah pencapaian publikasi atau penyiaran maksimal atas informasi organisasi. Publikasi yang maksimal tidak hanya dari sisi jumlah media yang memuat, melainkan juga penyampaian informasi yang lengkap, serta berada di posisi yang strategis atau mudah dibaca, didengar atau ditonton oleh pemirsa. Sementara itu Sam Black dan Melvin L. Sharpe menjelaskan media relations lebih kepada hubungan antara organisasi dengan media. Definisinya adalah hubungan antara suatu organisasi dengan pers, radio dan televisi secara dua arah atau dua pihak.(1988:37). (www.operadewa.wordpress.com/2012/04/02/pengertian-mediarelations) Dengan melihat beberapa definisi dari media relations diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa media relations merupakan hubungan timbale balik (mutual understanding) antara perusahaan dengan media (wartawan) sehingga masing-masing pihak mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut (win-win sollution). Dalam hal ini, perusahaan atau praktisi PR harus benar-benar memahami kepentingan-kepentingan perusahaan media, wartawan serta insan-insan media lain yang terlibat di dalam aktivitas industri media itu sendiri. Dengan demikian praktisi Humas dapat mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilaksanakan agar kepentingan kedua belah pihak dapat terwakili, yang berujung pada terjaminnya citra positif dimana praktisi Humas tersebut bernaung.

4. Tujuan dan Fungsi Media Relations Tujuan media relations

  1. Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui umum
  2. Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media (liputan, laporan, ulasa, tajuk yang wajar, objektif dan seimbang (balance) mengenai hal-hal yang menguntungkan lebaga/ organisasi.
  3. Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai kegiata/kebijakan lembaga/organisasi.
  4. Untuk melengkapi data dan organisasi bagi pimpinan lembaga/organisasi bagi keperluan pembuatan penilaian (assessment) secara tepat mengenai situasi atau permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan lembaga/ perusahaan.
  5. Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan menghormati.

(Rachmadi, dikutip oleh Diah, 2008:13) Fungsi Media Relations

  1. Membangun pemahaman mengenai tugas, dan tanggung jawab organisasi dan media massa
  2. Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling mengormati dan menghargai, kejujuran serta kepercayaan.
  3. Penyampaian/memperoleh informasi yang akurat, jujur dan mampu memberikan pencerahan yang baik

5. Membangun Media Relations Secara Teknis, membangun media relations menurut Frank Jefkins adalah

  1. Memahami media, yaitu dengan mengetahui karakteristik masing-masing media, kekuatan dan kelamahannya. Bagaimana memproduksi berita, program di radio dan televisi. Caranya dengan melakukan pengamatan, kunjungan ke media, melakukan wawancara melalui telepon mengenai hal-hal yang terkait dengan upaya untuk lebih mengenal media.
  2. Memahami hal penting tentang media sebagai berikut: a) Kebijakan editorial; b) Frekuensi penerbitan; c) Tanggal terbit; d) Proses percetakan/produksi; e) Daerah sirkulasi/siaran; f) Jangkauan pembaca/pendengar/pemirsa,; g) Metode distribusi untuk media cetak (langganan/eceran), metode kerjasama dengan radio/televise dalam pembuatan program acara.
  3. Memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip hubungan baik yaitu: a) Memahami dan melayani media; b) Membangun reputasi sebagai orang yang dipercaya; c) Menyediakan salinan naskah media (press release), foto, rekaman suara (untuk radio), dan rekaman gambar (talkshow untuk televisi, dan lain-lain), e) Menyediakan fasilitas verifikasi akan kebenaran materi yang mereka terima, f) Membangun hubungan personal yang kokoh dan positif.
  4. Memahami tanggung jawab dan loyalitas yang saling bertentangan antara praktisi humas yang mewakili kepentingan organisasi dan wartawan yang mewakili media. (Jefkins: 2000: hal.100-102)
  1. Bentuk Media Relations

Dalam suatu lembaga, Public Relations/Humas biasanya menyelenggarakan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan media relations. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya:

  1. Pengiriman siaran pers/ press release
  2. Pengelolaan Press Room yang efektif
  3. Menyelenggarakan konferensi pers
  4. Menyelenggarakan media gathering
  5. Menyelenggarakan perjalanan pers
  6. Menyelenggarakan special event
  7. Memfasilitas pemberian/permohonan wawancara
  8. Menjadi Narasumber/juru bicara lembaga kepada media
  1. Prinsip Utama Media Relations

Lima prinsip utama dalam membangun hubungan baik dengan media massa diantaranya:

  1. Kejujuran dan kredibilitas. Dengan kejujuran dan kredibilitas yang diperlihatkan praktisi Humas, maka wartawan akan percaya sepenuhnya kepada petugas/praktisi Humas dalam sebuah organisasi/lembaga. Selain itu, praktisi PR dapat memberikan ide kepada wartwan dalam mengembangkan pemberitannya.
  2. Memberikan pelayaan informasi atau data lain (foto, gambar dan lain-lain), dengan cepat, paing pasti, dengan data yang akurat, kapanpun juga, tanpa batas waktu.
  3. Jangan memohon atau melakukan tekanan kepada pihak media agar mereka mau memuat tulisan mengenai perusahaan. Pihak media memiliki ketentuan mengenai kualitas informasi yang akan mereka muat atau tayangkan kepada mereka.
  4. Jangan menyembunyikan atau mencoba menghilangkan suatu cerita yang merugikan perusahaan. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan media dan dianggap suatu kejahatan.
  5. Jangan banjiri media dengan informasi. (Diah, 2008:15)

BAB III

PEMBAHASAN

 

  1. Program Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin

Kegiatan media relations di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung berada dibawah tanggung jawab Kepala Urusan Dokumentasi & Wartawan Subbagian Humas & Protokoler.  Dalam struktur organisasi disebutkan, Subbagian Humas dan Protokoler terdiri dari empat urusan yaitu Urusan Informasi dan Protokoler, Urusan Dokumentasi dan Wartawan, Urusan Penerbitan, dan Urusan Operator Telepon.

  1. Analisis SWOT

Dalam melakukan perencanaan program kerja tertentu, analisis SWOT adalah hal dasar yang dapat dilakukan agar rencana yang dibuat dapat efektif dan tepat sasaran. Analisis Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (ancaman) dalam makalah ini difokuskan dalam perencanaan peningkatan Media Relations di RSUP. Dr Hasan Sadikin Bandung. Berdasarkan sumber yang didapat dari data yang ada di Subbagian Humas & Protokoler, Analisi SWOT yang telah dilakukan melahirkan kesimpulan sebagai berikut: Strength (Kekuatan):

  • RSUP dr. Hasan Sadikin adalah Rumah Sakit kelas A yang merupakan rumah sakit vertikal dibawah Kementerian Kesehatan RI dan Pusat Rujukan Provinsi Jawa Barat. Profil ini menjadi daya tarik tersendiri bagi media massa dalam peliputan.
  • RSUP dr. Hasan Sadikin memiliki unit kerja khusus yang menanggulangi wartawan yaitu berada pada Subbagian Humas & Protokoler, Urusan Wartawan dan media.
  • Dukungan dari Direktur Utama yang cukup tinggi terhadap keberlangsungan media relations di RSUP dr. Hasan Sadikin.
  • Lokasi yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh media

Weakness (Kelemahan)

  • Belum semua Narasumber (khususnya para dokter konsulen) “ramah” terhadap media. Misalnya, sulitnya wartawan mendapatkan informasi mengenai sesuatu yang memerlukan wawancara dengan konsulen. Kesulitan yang dimaksud bisa saja dari penjadwalan yang lama, konsulen yang “malas” bertemu wartawan dsb.
  • Birokrasi yang terkadang menghambat proses permohonan peliputan dari wartawan. Bagi beberapa SMF, birokrasi dan senioritas sangat diutamakkan. Hal ini mengakibatkan wartawan lambat mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
  • Belum adanya press room yang memudahkan wartawan mengolah data, memproduksi berita, bahkan sekedar “nge-pos” di RSUP dr. Hasan sadikin.
  • Sumber Daya Manusia pada Urusan Wartawan dan Publikasi yang kurang, mengakibatkan program-program terobosan dalam rangka Media relations sulit terealisasikan.

Opportunities (Peluang)

  • Bandung sebagai salah satu kota yang memiliki media massa terbanyak menjadi salah satu peluang RSUP dr. Hasan Sadikin dalam memanfaatkan media massa sebagai penyampai informasi, pembentuk brand image dan citra positif, edukasi, dan lain sebagainya.
  • Menurut data yang didapat dari beberapa sumber, di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa media massa, diantaranya: Stasiun TV Nasional berjumlah 11, 31 Stasiun TV Lokal Jawa Barat, stasiun Radio nasional:……, stasiun Radio lokal , 27 Koran Nasional, Koran Lokal , Media massa online:……….media massa lain:…….
  • Penduduk Jawa Barat sejita 44 juta jiwa. Banyaknya penduduk dapat menjadi peluang tersendiri untuk meraih opini publik yang positif dan dapat digunakan juga sebagai objek pemasaran.
  • Telah terjalinnya kedekatan antara RSUP dr. Hasan Sadikin dengan beberapa wartawan media massa. Dengan demikian tidak sulit untuk menyampaikan informasi kepada media.

Threat (Ancaman)

  • Banyak media massa yang secara hubungan kekeluargaannya belum terjalin, yang mencari-cari kesalahan RSUP dr. Hasan Sadikin sehingga menerbitkan pemberitaan negatif
  • Terdapat pihak-pihak lain seperti oknum LSM yang memperkeruh masalah, mencari-cari kesalahan pelayanan di RSUP dr. Hasan Sadikin dan menyampaikannya kepada media dengan tujuan tertentu.
  • Semakin kritisnya media massa dan masyarakat, sehingga membutuhkan waktu yang cepat dan akurat dalam proses permohonan informasi/peliputan. Jika pihak RSUP dr. Hasan Sadikin lambat dalam penyampaian informasi mengenai suatu kasus tertentu, maka sebagian wartawan akan memberitakan sesuatu hanya dari sudut pandang pihak lain (tidak mencantumkan berita dari two cover side) melankan persepsi satu pihak yang terkadang kebenarannya diragukan. Hal ini mengakibatkan beredarnya informasi buruk mengenai RSUP dr. Hasan Sadikin yang tidak berimbang.
  1. Manajemen Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin
  2. Perencanaan Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin

Perencanaan program kerja di Subbagian Humas & Protokoler dilakukan dalam tiga tahap. Perencanaan jangka panjang dilakukan dalam rapat rencana strategis yang berlaku dalam 5 tahunan. Perencanaan jangka pendek dilakukan dalam rapat tahunan di tingkat Subbagian Humas & Protokoler untuk kemudian dilaporkan keepada Direktur Umum & Operasional. Adapun untuk kegiatan-kegiatan yang insidentil, dilakukan rapat khusus sesuai kebutuhan. Dari hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, terhimpun beberapa rencana program kerja diantaranya:

  1. Meningkatkan kualitas serta kuantitas proses pendokumentasian setiap kegiatan di RSUP dr. Hasan sadikin.
  2. Meningkatkan respon time pelayanan kepada media dengan cara menjalin kerjasama yang baik dengan para narasumber di RSUP dr. Hasn sadikin.
  3. Menyelenggarakan Program Press Gathering minimal 1 tahun sekali
  4. Menyelenggarakan workshop Kehumasan bagi para narasumber di RSHS sekaligus bagi para wartawan agar keduanya dapat saling membina hubungan baik dan membentuk hubungan simbiosis mutualisme.
  5. Mengadfokasi tersedianya press room.
  6. Meningkatkan kualitas serta kuantitas dokumentasi dalam bentuk kliping berita-berita di media cetak baik menyangkut RSHS, ataupun yang terkait dengan masalah kesehatan secara umum.
  7. Meningkatkan kerja sama dengan media massa dalam bentuk blocking time sebagai media publikasi dan atau edukasi.
  8. Meningkatkan frekwensi penyelenggaraan konferensi pers.
  9. Meningkatkan frekwensi pembuatan dan pengiriman press release kepada media massa.

2. Pengorganisasian Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin Pengorganisasian pengelolaan media relations di RSUP dr. Hasan Sadikin telah tercantum dalam Struktur Organisasi (SOTK) Subbagian Humas & Protokoler. Dimulai dari Direktur Utama, ke Direktur Umu dan operasional, ke bagian Perencanaan dan Evaluasi, ke Subbagian Humas & Protokoler dan berakhir pada Urusan Dokumentasi dan wartawan.

3. Pelaksanaan Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin Pelaksanaan media Relations di RSUP dr. Hasan sadikin dilakukan dengan penjadwalan-penjadwalan yang pasti, sesuai dengan rencana kerja tahunan. Program kerja tahunan yang telah dibuat, dirinci hingga ke jadwal, input dan output, kemudian direalisasikan sesuai jadwal yang telah disepakati di tataran Subbagian. Namun, ditataran aktualisasi rencana, banyak permintaan pimpinan dan desakan dari keadaan saat itu yang menuntuk terjadinya perubahan jadwal baik dari segi waktu maupun tema kegiatan. Untuk pelaksanaan kegiatan yang seperti ini dilakukan rapat khusus. Seluruh kegiatan media relations ini dilakukan bersama-sama secara kekeluargaan dengan seluruh staf Subbagian Humas & Protokoler, dikarenakan SDM yang ada di Urusan Wartawan & Dokumentasi hanya satu orang. Pimpinan/Kepala urusan Dokumentasi & Wartawan dipilih oleh Kepala Subbagian Humas & Protokoler dengan melakkan jejak pendapat terlebih dahulu dengan seluruh staf Subbagian Humas & Protokoler pada rapat tertentu.

4. Evaluasi Program Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin Evaluasi program media relations di RSUP dr. Hasan Sadikin dilakukan dalam rapat bulanan di tinggat Subbagian. Seluruh kegiatan yang telah dilakukan dicatat, didokumentasikan dan diserahkan kepada Kepala Subbagian Humas & Protokoler untuk dilaporkan dalam rapat Direktorat Umum dan Operasional. Hasil analisa/evaluasi dari laporan yang dibahas pada rapat bulanan Direktorat Umum dan Operasional dikomunikasikan kembali dengan seluruh staf untuk dilakukan perbaikan di bulan selanjutnya.

Studi Kasus

  Pengelolaan media relations pada kasus  “Operasi pemisahan bayi kembar siam Wanda-Wandi” Pada tanggal 21 September 2010 datang ke RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, seorang ibu bersama anak bayi kembar siam (kembar dempet) yang baru dilahirkannya beberapa jam sebelumnya. Ibu dalam keadaan sehat, namun bayi dalam keadaan sulit bernafas, dan kondisi umumnya kurang baik. Pasien ini berasal dari Desa Cirata Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan keadaan ini, sambil menjalani pemulihan kondisi bayi dan pemenuhan gizi yang selama di kandungan kurang, tim dokter meneliti keadaan bayi dan seberapa besar kemungkinan bayi yang dinamai Wanda Wandi ini dipisahkan (dilakukan operasi pemisahan). Kejadian yang langka ini dianalisa sebagai kekuatan RSUP dr. Hasan sadikin dalam menarik opini positif melalui pemberitaan media. Semakin sering media massa memberitakan hal ini, semakin baik untuk membentuk opini publik bahwa RSUP dr. Hasan sadikin mau merawat pasien dengan biaya dari Rumah sakit, dan merawatnya sebaik-baiknya walaupun pasien dari kalangan masyarakat kurang mampu. Apalagi, ternyata dengan berbagai penelitian dari Tim Perawatan bayi Kembar Siam Wanda-Wandi, Kedua bayi kembar ini bisa dipisahkan dengan proses operasi yang cukup lama dan besar, dan merupakan operasi besar bayi kembar siam pertama di RSUP dr. Hasan Sadikin. Rentetan kejadian ini didukung oleh keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siap yang dilakukan pada tanggal 19 Maret 2012. Hal ini merupakan prestasi tersendiri dan menjadi perhatian para pejabat pemerintah seperti Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota, Bupati, dan beberapa pejabat pemerintah lainnya yang tentunya semakin mengundang wartawan. Melihat berbagai peluang ini maka dibentuklah rencana strategis oleh pimpinan Rumah Sakit, para staf medis, dan Kepala Subbagian Humas, diantaranya:

  • Membentuk tim khusus yang dinamai Tim Operasi Pemisahan bayi Kembar Siam Wanda-Wandi
  • Mengadakan jumpa pers selama proses pemulihan, persiapan, proses berlangsungnya operasi, dan saat operasi pemisahan tersebut dipisahkan. Kegiatan ini mengundang seluruh media baik itu media nasional maupun media lokal.
  • Menunjuk 1 orang sebagai narasumber bagi media yang ingin meliput masalah medis, dan menunjuk Kepala Subbagian Humas & Protokoler sebagai narasumber bagi peliputan yang menyangkut administrasi atau perkembangan keadaan Wanda-Wandi yang sederhana
  • Tim medis secara menyerahkan perkembangan kondisi Wanda-Wandi kepada Subbagian Humas & Protokoler secara berkala/setiap hari untuk memudahkan media massa mendapatkan informasi terbaru.
  • Rajin membuat press release yang dikirim kepada media massa, sehingga wartawan tidak usah datang langsung meliput.
  • Mem-posting berita mengenai perkembangan Wanda Wandi di setiap media komunikasi yang dimiliki RSUP dr. Hasan Sadikin seperti website, facebook, twitter, majalah, newsletter, dsb.

Dari beberapa strategi diatas ternyata pemberitaan positif di media massa cenderung meningkat, tercatat beberapa kegiatan sebagai berikut:

  • Jumpa pers diselenggarakan selama 11 kali yaitu pada saat Ibu dan Wanda-Wandi pertama kali datang ke RSUP dr. Hasan Sadikin, yang ke-dua saat keadaan Wanda-Wandi membaikpada Oktober 2010, yang ke-tiga saat diumumkan waktu operasi pemisahan Wanda-Wandi, yang ke-empat saat Gubernur Jawa Barat mengangkat Wanda-Wandi menjadi anak asuh, yang ke-lima persiapan operasi pemisahan, yang ke-enam saat pelaksanaan operasi pemisahan, yang ke-tujuh setelah berhasil pemisahan Wanda-Wandi (disela-sela operasi), yang ke-delapan setelah operasi benar-benar selesai, yang ke-sembilan saat pemulihan Wanda-Wandi, yang ke-sepuluh ketika Wanda-Wandi dinyatakan boleh pulang dan meninggalkan RSUP dr. Hasan Sadikin, yang terakhir perpisahan di rumah Wanda-Wandi yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat.
  • Menurut laporan, terdapat sekitar 43 kali penerbitan berita di media massa cetak dan sejumlah berita di media online selama perawatan Wanda-Wandi yang membahas tentang Wanda-Wandi. Dengan angka ini pemberitaan positif di media massa tentang pelayanan dan prestasi RSUP dr. Hasan Sadikin cenderung sangat meningkat.
  • Frekwensi siaran berita tentang RSUP dr. Hasan Sadikin di media elektronik (TV dan Radio) meningkat tajam. (Namun dalam hal ini tidak ada data angka secara khusus).
  • Frekwensi kedatangan wartawan ke RSUP dr. Hasan Sadikin meningkat tajam, tercatat mencapai hingga 30 orang perharinya.
  • Dsb

Evaluasi:

  • Walaupun telah ditunjuk juru bicara dalam hal medis, dalam hal ini ketua tim medis, namun pada praktiknya terkadang sulit menghubunginya dan membutuhkan proses yang lama untuk mencari wakilnya yang bersedia memberi keterangan kepada media. Namun ini hanya terjadi beberapa kali selama masa perawatan Wanda-Wandi.
  • Ada hal-hal teknis di lapangan yang tidak memungkinkan seluruh media diperlakukan sama/ difasilitasi seluruh keinginananya. Misalnya permintaan untuk melakukan siaran langsung (live) di ICU yang sulit untuk diizinkan pimpinan Rumah Sakit dikarenakan khawatir mengganggu pelayanan, dll.

    BAB III PENUTUP Kesimpulan

  1. Perencanaan Media Relations di RSUP dr. Hasan sadikin

Perencanaan program kerja untuk menjalin kerja sama dengan media di RSUP dr. Hasan sadikin telah berjalan sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan yang dimaksud dibuat dalam rapat rencana strategis 5 tahunan di tingkat Rumah sakit, rapat tahunan di tingkat Direktorat Umum dan Operasional, dan rapat tahunan di tingkat Subbagian Umum & Operasional. Perencanaan dilakukan setelah terlebih dahulu melakukan analisis SWOT: Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (ancaman). Kegiatan yang direncanakan diantaranya peningkatan frekwensi Jumpa pers, press gathering, pengiriman press release, penyelenggaraan perss workshop, pengadaan press room, dll.

  1. Pengorganisasian Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin

Program media relations di RSUP dr. Hasan Sadikin dilaksanakan oleh Subbagian Humas & Protokoler, di bawah Urursan Dokumemtasi dan Wartawan, dengan dukungan, motivasi dan pengawasan dari pimpinan baik itu kepada Subbagian Humas & Protokoler, Kepala bagian Perencanaan & Evaluasi, Direktur Umum dan Operasional, hingga Direktur Utama.

  1. Pelaksanaan Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin

Pelaksanaan media relations pada program kerja harian/reguler berlangsung aman dan lancar, namun terkadang menghadapi kendala seperti tidak adanya terobosan-terobosan dalam upaya peningkatan media relations dikarenakan kurangnya SDM. Namun untuk mengatasinya, seluruh staf Subbagian Humas & Protokoler terlibat aktif dalam proses ini, walaupun sebagai koordinator program tetap dibawah tanggung jawab Kepala Urusan Dokumentasi & Wartawan.

  1. Evaluasi Media Relations di RSUP dr. Hasan Sadikin

Kegiatan media Relations selalu dilaporkan secara berkala (setiap satu bulan), untuk dilaporkan kepada pimpinan dan dievaluasi. Saran

  1. Dalam proses perencanaan perlu data analisis SWOT yang lebih terperinci sehingga rencana yang dibuat lebih trategis dan tepat sasaran.
  2. Agar program kerja lebih kreatif, variatif dan inofatif, barangkali perlu ditambah SDM di Urusan Dokumentasi & Wartawan, atau, jika perlu dikembangkan status kelembagaannya dari Subbagian menjadi Bagian.
  3. Pengadaan press room demi kenyamanan wartawan maupun pihak RSUP dr. Hasan Sadikin dalam mengelola informasi sehingga berita yang diterbitkan merupakan berita yang positif dan berimbang.
  4. Perlu diselenggarakan terobosan baru dalam program media relations untuk meningkatkan hubungan baik dengan media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s