Hatur Nuhun Kang Emil

Hatur Nuhun Kang Emil

Catatan di Gasibu, Minggu 1 Februari 2015

(late post)

Pagi ini tetiba saya dan suami bersemangat untuk pergi jogging ke Lapangan Gasibu. Lapangan yang kini telah benar-benar difungsikan sebagai tempat berolahraga, bukan tempat belanja seperti tahun-ahun yang lalu. Kali ini niat olah raga kami benar-benar bulat (biasanya niat belanjanya aja). Saat tiba di Gasibu suasana lapangan olahraga yang mendukung sangat menggiurkan untuk ikut lari, biasanya saya malas untuk lari. Sekitar lima kali putaran saya libas dengan berlari campur berjalan. Ini suatu rekor tersendiri yang saya alami ^^. Sementara saya joging keliling lapangan bersama ratusan-bahkan ribuan pelari lain, suami saya menemukan partner untuk bermain voly di tengah lapang.

Selesai jogging, saya duduk-duduk santai di tangga depan Gasibu, menikmati kemeriahan orang-orang yang bersemangat untuk berolah raga, berlari-lari kecil di jogging track, bahkan beberapa pengunjung menggunakannya untuk lomba lari. Di tengah lapang, ada Komunitas Senam Parahyangan berseragam orange kompak ber-senam-ria. Cara senam yang unik menurutku, karena merupakan perpaduan antara olah raga jasmani dan rohani. Dibelakang para pe-senam, puluhan pasang pengunjung riang gembira bermain badminton, sebagian lagi bermain voly dan sebagian yang lain nongkrong, bercakap-cakap, bergembira ria dengan keluarga serta teman-temannya. Yang tidak luput dari perhatian saya juga pedangang segala macam makanan asongan beredar disana. Makanan yang disediakan relatif unik dan sehat dari berbagai kalangan, ada Nenek-nenek yang menjal sate lemak, ada ibu2 yang menjual yogurt, mahasiswa yang menjual kue basah dan emang2 yang menjual air mineral di sekeliling jogging track. Tapi, yang perlu diingat, banyaknya pedagang ini tidak membuat keadaan jadi tidak tertib, kehadiran mereka membantu menyediakan kebutuhan pengunjung.

Jika saya hitung secara kasar dan asal, di satu sisi jogging track saja jumlah pelari ada sekitar 300 orang, dikali 4 untuk keseluruhan hasilnya 1200. Jumlah ini ditambah dengan jumlah pengunjung yang berada si tengah lapangan yang menurutku ada sekitar 800 orang. Dengan demikian jumlah pengunjung yang benar-benar olahraga adalah 2000 orang. Itu hanya hitunganku saat satu jam berada disana. Jika lama kunjungan orang ke gasibu rata 2 jam, dan Gasibu selalu penuh dari jam 06.00-11.00 (lima jam), itu artinya jumlah tadi bisa dikalikan 2,5 sehingga total 5000 orang. Yup! di satu lokasi saja 5000 orang warga Bandung berolahraga. Jumlah ini tentu saja belum ditambah warga lain yang berolahraga di GOR Padjajaran, Taman lansia, Area Car Free Day, Taman Sukajadi, Lapangan Ujung Berung, dan banyak lagi.

Saya sangat malas berolahraga, tapi jika difasilitasi oleh pemerintah tempat yang nyaman untuk berolahraga, saya dan keluarga jadi semangat. Barangkali itu juga yang dirasakan banyak orang. Mereka jadi bersemangat olah raga, Lari/jogging mulai membudaya. Ah asiknya melihat pemandangan ini. Jika minimalnya 1/4 Warga Bandung melakukan olahraga minimal 2 minggu sekali, dapat dipastikan warga Bandung akan semakin sehat, badan sehat akan membuat kita berpikiran positif dan produktif, dan jika kita produktif maka kita akan sejahtera, kesejahteraan membua manusia bahagia, dan jadilah warga Bandung yang Bahagia..^^..

Semoga saja dari hari ke hari fasilitas publik di Bandung semakin nyaman, sehingga orang dapat berjogging dimanapun. Jika ini berlangsung secara berkesinambungan dalam waktu yang lama (ak.a. seumur hidup manusia), 5-10 tahun mendatang, pengunjung rumah sakit akan berkurang, daftar tunggu pasien rawat inap di rumah sakit negeri akan berkurang, daftar tunggu pasien operasi akan sangat berkurang, karena kebanyakan orang telah sehat dan tidak akan menjadi beban APBN lagi..^^..dan, komplain ke rumah sakit tempat saya bekerja tentu saja akan berkurang ^^ karena antrian tidak akan sepanjang sekarang (daftar tunggu pasien rawat inap bisa sampai 5 bulan, pasien operasi bisa sampai 6 bulan).

Ah Terima kasih Kang Emil, atas semua fasilitas yang dibuat. Taman-taman ini, Lapangan Olah Raga ini, Area terbuka hijau ini, Jalan-jalan yang telah diperbaiki ini, Moda transportasi ini, dan banyak lagi. Semoga Kang emil tetap istiqomah dalam berlomba-lomba dalam kebaikan.

Soal fotonya, sayang sekali kemarin saya tidak sempat mengambil gambar karena HP ketinggalan, lain kali saya kesana lagi, saya pasti potret suasana disana..:). Sementara saya sajikan foto milik Tribun Jabar yang saya capture dari mbah google..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s