Humas Pemerintahan

Humas Pemerintahan

Era awal tahun 2000an Humas di instansi pemerintahan kurang memiliki peranan penting. Bagian Humas hanya dijadikan “pelengkap penderita” dalam suatu lembaga. Tugasnya masih jauh dari ideal, seperti sekedar menerima tamu (resepsionis) dan mengantarkannya ke pimpinan, mencatat keluar masuknya surat, mengkliping koran, bahkan tak jarang mendapat tugas menyajikan minuman kepada tamu. Pada masa itu, di kebanyakan instansi pemerintah, humas hampir tidak memiliki “suara” untuk berpendapat, padahal selayaknya humas memberikan masukan kepada pimpinan untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.

Tetapi, lain dulu lain sekarang. Di era kemajuan teknologi informasi ini tugas pokok dan fungsi Humas semakin “menggigit”. Dari mulai kliping, mengelola pesan yang akan disampaikan pimpinan, mengelola berbagai media informasi, mengelola hubungan baik dengan media, menginisiasi pertemuan-pertemuan yang berhubungan dengan komunikasi, menjadi EO (protokoler), dan banyak hal lain.

Walaupun bernaung di Pemerintahan, Humas pemeritah pada umumnya tidak bersifat politis. Bagian humas di pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan ataupun mensosialiasikan kebijakan-kebijakan instansi yang menaunginya. Beberapa informasi yang rutin diberikan oleh humas pemerintah diantaranya kebijakan, rencana-rencana, serta agenda dan hasil kerja institusi yang dapat mempengaruhi pengertian, pemahaman serta tingkah aku publiknya. Selain memberikan informasi ke publik eksternal, humas juga harus memberikan informasi ke publik internal agar segala kebijakan manajemen dapat sampai secara baik kebawah, dan informasi dari bawah-pun dapat diterima baik oleh pimpinan. Hal ini pening dilakukan agar tidak ada “gap” antara pelaksana di level bawah dengan pimpinan (manajemen).

Humas juga dituntut untuk memberi masukan dam saran bagi para pejabat tentang segala informasi yang diperlukan dan reaksi atau kemungkinan reaksi masyarakat akan kebijakan institusi, baik yang sedang dilaksanakan, akan dilaksanakan ataupun yang sedang diusulkan.

Tugas pemerintah memang sangat berat , sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai public dengan kepentingan yang sangat kompleks pula. Hal ini memang tidak lepas pula dari “karakteristik”yang melekat dalam setiap program pemerintah antara lain sbb :

·         Program pemerintah ditujukan untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan yang beragam.

·         Seringkali hasilnya abstrak,yang sulit dilihat dalm waktu dekat bahkan panjang sekalipun karena sifatnya yang integral dan berkesinambungan.

·         Progaram pemerintah selalu mendapat pengawasasn dari berbagai kalangan,terutama pers, LSM dan sebagainya.Mereka sangat berperan dalam proses penyadaran masyarakatmengenai permasalahan mereka.

Karakterstik itulah yang dapat dijadikan latar belakang mengapa humas pemerintahan perlu diterapkan dan dikembangkan secara professional. Namun tugas yang berat tersebut ternyata masih ditambah dengan hambatan penerapan humas yang ideal di pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s