Proses Komunikasi Politik

Proses Komunikasi Politik

Menurut Deden Ramdan, dalam bukunya Komunikasi Politik, proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yaitu:

a. Proses Komunikasi Politik Secara Primer

Proses komunikasi politik secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Misalnya bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, bendera dan lain sebagainya. Simbol-simbol ini secara langsung dapat menjabarkan pikiran dan perasaan komunikator kepada komunikan. Baik bahasa verbal maupun nonverbal, seperti kial (gesture) dapat menjabarkan pikiran seseorang sehingga dapat terkespresikan secara fisik, tetapi sangat terbatas. Isyarat dengan menggunakan alat seperti tongtong, bedug, sirine, warna dan lain-lain serta warna juga dapat menginterpretasikan sesuatu, tetapi sama halnya dengan gesture, mengekspresikan kedua lambang ini terbatas.

Gambar, sebagai lambang yang banyak diperguanakn dalam kemampuan komunikasi politik memang melebihi kial, isyarat dan warna dalam hal menjabarkan pikiran seseorang, tetapi tidak melebihi bahasa. Demi efektifnya komunikasi politik, lambang-lambang yang telah disebukan diatas dapat dipadukan penggunaannya. Dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang luar biasa aabila kita terlibat dalam kmunikasi politik yang menggunakan dalam bahasa gambar parta dan nomornya serta warnanya.

b. Proses Komunikasi Politik Secara Sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya berada yang relatif jauh, sehingga memerlukan media perantara berupa surat, telepon, surat kabar, majalah, radio, televisi, dan banyak lagi yang merupakan media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi.

Media sekunder ini sangat penting agar proses komunikasi berlangsung secara efektif dan efisien. Beberapa media seperti televisi, radio, surat kabar dan sebagainya, merupakan media yang efisien, karena dapat mencapai jumlah konsumen dengan jumlah yang amat banyak. Satu kali pesan yang disampaiakan melalui media tersebut, dapat menjangkau khalayak sangat banyak.

Proses komunikasi sekunder adalah sambungan komunikasi promer. Lambang-lambang yang telah ada disalurkan melalui media perantara agar dapat menembus dimensi ruang dan waktu. Proses komunikasi politik sekunder ini menggunakan media yang dapat diklasifikasikan menjadi media massa (mass media) media nirmassa atau media non massa (non-mass media).

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s