Haru, antusias, tapi sulit berdaya

Haru, antusias, tapi sulit berdaya

Haruku selalu menjalar keseluruh tubuh saat melihat anak usia 5 tahun  dengan fasih membaca Al-quran diatas panggung, disaksikan kakak-kakaknya di TPA (Taman Pendidikan Al-quran) dan seluruh orang tua santri. Itulah pemandangan setiap tahun yang tak pernah aku lewatkan. Saat anak-anak lucu itu bercerita mengenai tokoh idolanya Nabi Muhammad, Membaca terjemah Alquran, Bernyanyi, menari, membaca ayat pilihan, membaca doa sehari-hari, membaca juz Amma, bahkan ada yang sekedar naik ke panggung, memegang mic dan memukul-mukulnya.

Ya itulah pemandangan paling menakjubkan bagiku, melihat anak2 didik ibuku menjadi generasi yang bangga menyiarkan Lafadz Allah. Masa golden age yang memang sudah sepantasnya ditanami nilai nilai Alquran. Sebuah metode penanaman “rasa cinta terhadap AlQuran” yang coba diterapkan. Tanpa pamrih, tanpa menganggap ikhtiar ini sebuah bisnis. Yang ada dipikiran hanyalah bagaimana menciptakan generasi bangsa yang bermoral dan tidak malu beragama Islam, bernabi Muhammad.

Hanya saja, tentu saja semua itu memerlukan biaya operasional. Disanalah terkaang idealisme diuji, saat pengelola sekolah terpaksa mematok infak bulanan kepada santri sekedar untuk membeli kebutuhan pendidikan dan memenuhi kebutuhan ustadz yang telah mengerahkan seluruh waktunya bagi santri. Alih-alih mendapatkan keuntungan, jika ada dan mungkin, rasanya ingin sekali menggratiskan semuanya. itu yang kutangkap dari perjuangan ibuku.:)Perjuangan dari tahun 1990 yang tiada dan takkan pernah berakhir selama manusia masih boleh bereproduksi.

Tapi kini, krisis demi krisis melanda rumah pendidikan Alquran itu. Berdirinya TK-TK Umum yang megah, dengan bangunan dan sarana bermain yang lengkap, menggiurkan mata-mata orangtua yang kian menganggap pendidikan umum lebih penting dari pendidikan agama, bahkan banyak yang menganggap, kepintaran intelektual lebih penting diatas segalanya, tapi kepintaran spiritual bahkan moral terlupakan.

Tidak ada yang salah dengan TK umum, TK umum & AlQuran sama saja, sama-sama memanfaatkan proses pembentukan kepribadian anak semaksimal mungkin, sama2 berusaha membentuk generasi tangguh. Hanya saja, ini hanya bentuk subjektifitasku sebagai seorang anak yang melihat pendidikan agama yang diperjuangkan ibunya semakin kurang peminat.

Ditambah lagi, sekarang ibuku kehilangan guru mudanya, seorang guru berbakat, sopan, keibuan, yang memilih berkarya sebagai ibu rumah tangga daripada mengabdi di TKA. Sulit sekali mencari guru muda yang ikhlas diberi upah Rp300rb sebulan. Jumlah yang lebih besar dari pendapatan TKA setiap bulannya jika ditambah dengan biaya operasional. Setahun sudah TKA berjalan tanpa guru muda yang berbakat. Ibuku terjun langsung mengajar, secara latar belakang pendidikan, pengalaman, dan niat yang besar, ibuku masih mampu, tapi beliau sudah tak sekuat dulu, lelahnya terlihat dibalik keceriaanya yang tanpa pamrih mendidik anak-anak pintar itu.

Disela-sela kelelahanku mejalani rutinitas pekerjaan, ingin rasanya aku membantu saja ibuku dan keluar dari pekerjaanku sekarang. Tapi dilema, semuanya tak semudah itu. Jihad lain juga menanti ditempat kerjaku, dan pendapatan dipekerjaanku juga bisa dipakai untuk jihad dalam bentuk lain. Fiuhhh,,,,tak bisa kusalahkan mereka yang tidak memilih mengajar di TKA, karena realita lain memaksa memilih. Tetapi, sebisa mungkin, dengan sisa kemampuan yang aku punya, aku akan membantu mereka. Selamat berjuang mah, insyaAllah selalu ada jalan bagi dakwah, selalu ada pertolongan dari setiap cobaan. Aku haru mellihat mereka, aku antusias ingin menjadi bagian dari mereka, tapi sangat sulit bagiku untuk berdaya. maafkan aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s