Kanker payudara mematikan tapi tak seseram itu

Kanker payudara mematikan tapi tak seseram itu

Kalo dalam suatu forum kanker payudara, dan masing-masing bercerita, pasti setiap orang dalam satu forum itu memiliki riwayat kenalannya yang sakit kanker payudara. Entah ibunya, neneknya, saudaranya, tetangganya, atau temennya. Hal itu wajar karna bedasarkan data yang disampaikan subbah bedah onkologi RSHS, 1 dari 4 wanita di Indonesia beresiko terkena kanker payudara. Yang ada dalam bayangan pas ada yang sakit kanker payudara adalah penderitaan yang berkepanjangan dan akhirnya meninggal, tapi ternyata tidak semenyeramkan itu.

Deteksi dini dan dont panic. Mungkin kata kuncinya itu. Karena dengan deteksi dini ternyata penyakit ini tidak semenyeramkan yang dibayangkan. Penyakit itu bisa diobati dan disembuhkan. Caranya dengan SADARI (Periksa payudara sendiri). Caranya mudah, periksa payudara Anda sesering mungkin dengan melihat, meraba, pijit puting susu. Beberapa aturan Sadari yang benar:

I. Inspeksi Payudara

Pakaian di atas pusat dibuka dan berdiri di muka cermin. Kedua lengan menggantung lemas di sisi tubuh lalu kedua lengan diangkat di samping kepala. Perhatikan apakah ada kelainan pada payudara dan ketiak. Bagaimana bentuk, besar, simetri, warna kulit serta gerakan peyudara paa saat lengan diangkat ke atas. apakah ada tarikan kulit/puting susu ke dalam, benjolan, borok pada payudara.

II. Palpasi payudara

Meraba payudara sendiri dalam posisi sendiri dalam posisi berbaring. Tangan kanan meraba payudara kiri dengan punggung kiri diganjal bantal, sebaliknya tangan kiri meraba payudara kanan dengan punggung kanan di ganjal bantal. Perhatikan kepadatan payudara, apabila dan benjolan apakah ada rasa nyeri. Kalau ada, dimana letaknya .

III. Raba ketiak ketika mandi

Bisa dilakukan saat mandi. Angkat tangan dan raba daerah ketiak sambil ditekan-tekan. Periksa apabila ada benjolan di sekitar dada atau sekitar ketiak.

IV.  Dont Panic

Jika ada ibu atau nenek Anda yang memiliki riwayat kanker payudara, jangan panik, karena tidak semua diturunkan. Menurut dr Drajat R. Suardi SpB(K) Onk konsultan spesialis bedah onkologi, hanya sekitar 5 persen orang yang sakit kanker payudara menurunkan pada keturunannya, jadi tidak usah panik.

Jangan panik juga apabila menemukan benjolan di daerah-daerah yang dimaksud, karena tidak semua benjolan berarti kanker. Bisa tumor jinak atau faktor hormonal biasa. Cukup periksakan ke dokter secara dini. Jika kanker payudara sudah terdeteksi sejak dini maka pengobatan/penanggulangannya akan lebih mudah dan kesempatan hidup dan kebugaran badan akan lebih besar.

FAKTOR RESIKO KANKER PAYUDARA

Penyebabnya yang pasti belum diketahui, namun kanker payudara memiliki beberapa faktor resiko antara lain umur haid pertama kurang dari 12 tahun, umur berhenti haid lebih dari 50 tahun, tidak menikah atau tidak mempunyai anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak, anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara, tinggi kolesterol, merokok dan minum alcohol.

Cara pencegahannya sederhana. Biasakan pola hidup sehat, makanan/siplemen yang baik, aktivitas yang sehat, olahraga cukup, dan berpikir positif (hindari stress). Selanjutnya, lakukan Sadari, dan jangan enggan memeriksakan diri ke dokter secepatnya apabila menemukan benjolan yang tidak biasa.

DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK

Yang tidak kalah penting dari pengobatan secara medis adalah dukungan dari orang-orang sekitarnya. Seorang suami kadang merasa malu dan tidak puas memiliki istri yang misalnya payudaranya sudah diangkat, sehingga dia lupa memberi motivasi kepada istrinya. Keluarga juga sangat berperan penting. Dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman disekitar kita, maka proses penyembuhan penderita akan lebih lancar. Selalu ingatkan juga untuk bertawakal pada Allah, karena Allah lah yang mengatur segalanya, allah yang memberi cobaan penyakit, dan Allah juga yang akan mencabut segala penyakit dari manusia jika Allah berkehendak.

Semoga kita semua selalu diberi kesehatan fisik dan pikiran. Aminn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s