Negara Korup, Fakta vs Harapan

Negara Korup, Fakta vs Harapan

Menurut hematku, komunikasi politik secara kasar berarti metode, seni atau cara menyampaikan simbol-simbol (pesan) untuk mendapat kekuasaan. Negara Indonesia merupakan negara yang ‘bengkak’ politik, bahkan penegakkan hukum di Indonesia ‘cenderung’ kalah oleh politik. Segala hal disangkut pautkan dengan politik, mulai dari kasus kriminal, korupsi, ketatanegaraan, sampai masalah agama semua dipolitisir. Entah sebelah mana yang salah, di tanah air yang kita cintai ini semua orang berebut mencari kekuasaan, parahnya mereka menggunakan cara apapun untuk mendapatkannya. Politik tidak selalu salah, namun, penggunanya yang sering salah kaprah. Andai saja semua orang mencari kekuasaan dengan cara yang arif, misalnya berlomba-lomba dengan berbuat kebaikan (dengan rizki yang halal), berlomba-lomba untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan melek hukum, dan lain sebagainya.

Entah di Indonesia atau di semua negara yang berpenduduk manusia, orang-orang ingin cepat sekali menjadi kaya dan terkenal. Dengan jadi artis ataupun tokoh politik. Ingat ga pemilu yg lalu? sampai ABG tamatan SMA aja ada yang dicalonkan jadi caleg, asal punya paras yang cantik dan tentunya punya modal buat kampanye.emh,,emh…

Mau jadi apa negara ini jika orang-orang pintar sudah apatis dengan jabatan politis, yang ada orang-orang setengah pintar yang berebut memaksaan keadaan biar jadi wakil rakyat, sungguh tragis. Hasilnya? kita lihat pemandangan di Gedung DPR RI, ketika rapat paripurna sebagian besar dengan santai duduk menikmati konsumsi, atau justru beristirahat dengan tenang dan nyaman di kursinya masing-masing. Sebagian lagi bercuap-cuap menyampaikan beberapa hal yang mereka anggap aspirasi rakyat (mungkin rakyat konstituennya), sebagian lagi malah tak mau memperlihatkan batang hidungnya. Tapi, ketika yang satu dan lainnya tidak satu faham, yang terjadi adalah adegan saling tunjuk, saling membentak, memukul meja, bahkan pukul-pukulan, ck..ck..ck….

Itu sih tidak seberapa, yang paling parah adalah anggota dewan dan pemerintah yang korup rup rup….lihat saja kasus yang sedang terjadi sekarang, kasus Bank Century yang ditangani DPR tapi tak kunjung selesai, kasus mafia pemilu yang tak tau akan dibawa kemana, kasus korupsi Misbakhun, Kasus Korupsi Kemenpora (Nazarudin dan para partnernya), Kasus korupsi kemenekertrans (Muhaimin dan kawan2), Direktorat pajak (Gayus), dan masih panjaaaaaaang dan laaamaaaaa daftar kasus yang kecil-kecilan yang terjadi di daerah.

Fiuuuhhh,,, lelah rasanya mata ini, jengah rasanya hati ini, cape rasanya telinga ini menyimak semua hal tentang kebobrokan negeri yang kucintai ini. Tapi asa itu masih ada, kuyakin pada saatnya nanti, bahkan dari sekarang, negara ini bisa kembali menjadi negara yang aman tenteram lohjinawi. Menjadi bangsa yang bijaksana dan mandiri, Rindu akan harapan, ya, masih ada harapan, sikap optimis itu masih ada kawan. Beberapa dari anggota dewan, beberapa dari pemerintah ada yang benar-benar mendambakan kebanaran, dan tentunya yang paling pasti adalah kekuatan rakyat yang bersatu. Rakyat yang membangun kebaikan di sekitarnya. Rakyat yang tak mau melakukan tindakan-tindakan korup sekecil apapun. Rakyat yang mematri di hati keturunannya rasa hina dan malu terhadap tindak korupsi. Betul, biar urusan elit yang sulit kita jangkau menjadi urusan mereka. Tapi, tugas kita adalah membersihkan diri dan lingkungan kita dari tindakan-tindakan korupsi. Mendidik anak kita agar menjadi generasi unggulan yang suatu saat dapat menyembuhkan bangsa yang sedang sakit ini. Itu tugas kita kawan, bagi siapapun anda, selamat mendidik diri keluarga dan lingkungan kita. Harapan itu masih ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s