Meraih Kemuliaan di Bulan Penuh Berkah

Meraih Kemuliaan di Bulan Penuh Berkah

Beberapa hari lalu, pas lagi menjalani rutinitas biasa di kantor (ngekliping), saya baca beberapa artikel mengenai seluk beluk Ramadhan dan semua hal yang berkautan dengan Ramadhan di koran dan majalah. Artikelnya bagus-bagus banget, jadi menurutku baik juga saya share dengan teman-teman pembaca blog-ku. Maaf ya saya ga sempat meramunya jadi bahasa saya sendiri. Semoga bermanfaat.

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”

QS. Al-Baqarah (2): 183)

Sejarah dimulainya puasa

Bukan hanya kaum muslim yang diwajibkan berpuasa. Umat-umat beriman terdahulu juga diwajibkan berpuasa, seperti yang dijelaskan dalam ayat 183 surah Al-Baqarah. Dan kewajiban berpuasa itu dimulai sejak tahun kedua hijriyah, tepatnya 18 bulan saat Ramadhan SAW tinggal di Madinah. Ayat yang menerangkan kewajiban puasa itu diturunkan pada akhir bulan Sya’ban. Dan puasa itu diwajibkan pada bulan ramadhan.

Puasa Umat lain

Puasa bukan hanya kewajiban umat Islam, tetapi umat lain pun melaksanakannya. Perhatikan surah Al-Baqarah (2) ayat 183. Puasa pada umat terdahulu atau agama-agama kuno, memiliki tujuan tertentu.

Kristen dan katolik

Puasa orang Kristen dan katolik terdapat dalam injil Matius 14: 1-11. Matius (: 14-17, Markus 2: 18-22, Lukas: 5:33-38. dan injil Barnabas 14:1-6

Hindu

Mereka menyebutnya vassa. Bagi umat Hindu-Bali, mereka juga diharuskan melakukan Brata, mati Geni dengan tujuan untuk memadamkan hawa nafsu, tidak makan dan minum, serta hubungan suami istri, merenungkan kesalahan dan dosa-dosa.

Budha

Puasa dalam Buddhisme adalah pebuatan normal (biasa) yang digemari oleh kalangan kebiaraan, yaitu tidak makan antara pukul 12.00 siang sampai pagi hari berikutnya. Ini merupakan peraturan harian yang telah menjadi kebiasaan para pendeta Budha.

Yahudi

Puasa orang Yahudi awalnya dikerjakan selama 40 hari. Hal ini merujuk pada perstiwa saat Nabi Musa AS menerima 10 perintah Tuhan (Ten Commandments). Lihat Kitab Kejadian 34:28.

Puasa juga dilakukan oleh kelompok agama lain, termasuk beragam suku bangsa, seperti agama Manu, serta puasa agama kuno Cina dan Jepang. Bahkan, puasa juga banyak dilakukan orang Indonesia untuk kalangan suku tertentu, seperti puasa mutih, pati geni, puasa Yoga, puasa suku terasing dan lainnya. Umumnya, puasa itu hanya dilaksanakan untuk kesakitan, kekuatan, kekebalan, mengekang jiwa dan lainnya.

Cara menentukan awal dan akhir Ramadhan

Bagi orang awan, terkadang cara perhitungan penentuan awal dan akhir Ramadhan menjadi perdebatan tersen

diri. Banyak yang menyangka cara perhitungan waktu ramadhan hanya bisa dilakukan dalam waktu dekat dengan metode rukyat/melihat bulan. Padahal cara menentukan awal puasa ada dua macam yakni dengan cara rukyah al-hilal (melihat bulan dengan mata telanjang saat tanggal 29 Sya’ban atau saat 29 Ramadhan. Cara yang kedua adalah dengan ilmu hisab (perhitungan waktu). Kedua cara ini dipakai di sejumlah negara termasuk Indonesia. Perpaduan kedua ilmu ini dinamakan dengan imkanur ru’yah wal hilal. Untuk kepastiannya, biasanya sejumlah ormas Islam melakukan diskusi yang disebut dengan sidang itsbat.

Lamanya puasa

waktu berpuasa dimulai dari terbit fajar (menjelang waktu shubuh) hingga terbenam matahari, atau kurang lebih 14 jam lamanya. Namun demikian, di sejumlah negara dan benua di dunia, mereka mengalami waktu yang berbeda dengan umat islam di Indonesia. lamanya puasa, ada yang hanya sekitar enam-delapan jam, tapi ada pula yang waktu puasanya hingga 20 jam lamanya.

Makna ramadhan, Shiyam, Imsak

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Karena pada bulan inilah allah SWT pertama kali menurunkan wahyu Alquran kepada nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Ramadhan secara bahasa bermakna membakar. Maksudnya adalah membakar segala dosa dan kemaksiatan.

Adapun puasa diambil dari bahasa Arab, yaitu shaum, jamaknya shiyam. Orang berpuasa biasa disebut dengan shaim. Puasa dalam bahasa Indonesia artinya adalah menahan diri ari makan dan minum, serta perbuatan yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Imsak maknanya adalah menahan. Maksudnya, ketika menjelang azan Shubuh, sekitar 10 menit, umat Islam dianjurkan untuk segera bersiap-siap melaksanakan puasa. Karena itu, segeralah menahan diri dari makan dan minum, ketika masuk waktu imsak.

TUJUAN PUASA

Untuk membentuk pribadi umat yang bertaqwa (Q.S ak-baqarah (2): 183). Sebab, orang yang berpuasa tidak mungkin melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan. Jika seseorang melakukan perbuatan dosa dan maksiat, sudah pasti puasanya batal. Karena itu, berpuasa berarti mencegah diri dari perbuatan keji an munkar, sebagaimana halnya dengan shalat. (QS. Al-Ankabut (29): 45).

Manfaat Puasa

  • Puasa melemahkan syahwat, hasrat jahat, dan keinginan berbuat maksiat.
  • Puasa melatih diri berjiwa sosial
  • Media pendidikan jiwa, penyucian hati, pengendalian diri ari hawa nafsu, dan menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan dosa dan maksiat.
  • Puasa melatih diri dan kepatuhan.
  • Puasa itu menyehatkan, karena perutnya akan terjaga dari berbagai macam racun dan zat kimia.
  • Puasa merupakan kemenangan, karena mereka berhasil mengendalikan diri dari segala godaan hawa nafsu.
  • Puasa menumbuhkan produktifitas kerja

Macam-macam puasa

  • Puasa wajib. Puasa pada bulan Ramadhan, puasa orang yang bernadzar dan puasa kafarat, yaitu puasa yang wajib dilakukan untuk membayar denda
  • Puasa sunah, yaitu syawal yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, puasa pada hari Asyura, puasa Sya’ban, puasa Nabi Dawud (berpuasa sehari dan berbuka sehari), puasa tiga hari dalam sebulan, puasa di awal Dzulhijjah.
  • Puasa adat, yaitu puasa yang biasa dilakukan oleh sekelompok masyarakat tertentu sesuai dengan kebiasaan adat istiadat suku. Misalnya puasa adat Jawa. Seperti puasa hari lahir, puasa ngasrep, mutih, nggantung, mendem, pati geni, dan lainnya.

(Sumber: Harian Kompas)

Mengenai keutamaan sahur dan berbuka puasa, Nuzulul Quran, Hikmah puasa, Zakat, Makna Tarawih, dan lain lain akan saya share dalam posting selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s