Tiga kunci hidup

Tiga kunci hidup

Manusia diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi khalifah, dengan kata lain menjadi penyejuk dan pemakmur bumi. Sebagian orang ada yang berpendapat bahwa hidup di dunia itu harus diutamakan kehidupan akhirat karena kita hidup di dunia ini tidak kekal, sebagian lain, mungkin kebanyakan dari kita, mengutamakan kehidupan di dunia dan melupakan kehidupan akhirat.

Terdapat sebuah hadist yang mengatakan bahwa jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia maka dengan ilmu, jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat maka dengan ilmu. Dari situ kita dapat melihat bahwa sesungguhnya umat Nabi Muhammad harus memperjuangkan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat, yaitu dengan ilmu.

Ustadz Aam Amirudin memberikan beberapa kunci menjadi hamba allah yang baik di dunia maupun di akhirat:

1. Life is procces 

Hidup itu adalah proses. Kita percaya kalau hidup itu adalah tahapan-tahapan perjuangan. Maka, kita harus yakin apa yang kita sedang jalani sekarang adalah sebuah proses menuju yang lebih baik. Dan kita sebagai manusia harus berusaha menciptakan proses menuju kesuksesan. Kesuksesan itu menurut banyak penulis adalah jika waktu sekarang lebih baik dari waktu yang telah lalu, yang penting selalu berusaha untuk menciptakan yang lebih baik dari yang lalu. Kesuksesan itu tidak dilihat dari hasilnya tapi dari prosesnya. Adapun hasilnya biarlah menjadi hak preogatif Allah SWT.

2. Life is choosen

Hidup itu adalah pilihan. Sejak manusia lahir, manusia sudah diberikan pilihan beserta perangkatnya. Tidak mungkin manusia diberikan pilihan tanpa perangkat untuk memilih yang lebih baik. Perangkatnya adalah segala yang dimiliki manusia seperti anggota tubuh terutama panca indera, akal, dan hati nurani. Menurut Ustadz Aam manusia diberi naluri merasa risih jika berbuat salah atau memilih yang salah, itu hal yang natural. Misalnya, jika seorang ustadz sedang duduk berduaan dengan perempuan sexy yang bukan muhrimnya, lalu tiba-tiba si ustadz didatangi dan disapa oleh jamaahnya, pasti ustadz itu kikuk, atau mungkin mukanya merah, atau bicaranya jadi terbata-bata. Lain lagi kalau yang berada disampingnya istrinya sendiri, dengan santainya sang ustadz akan berkata, “kenalkan istri saya” dll. Hati nurani kita akan memilih yang terbaik.

Jadi gunakan semua perangkat yang Allah berikan kepada kita untuk memilih segala sesuatu yang dapat membawa kita kepada keridhoan Allah SWT, alam, orang tua, dan orang-orang disekitar kita.

3. Life is never flat

Hidup itu tidak pernah datar. Selalu ada saat-saat dimana kita memiliki anugerah dan ada saat dimana kita diberi musibah. Jika kita tidak menyadari itu, maka kita tidak akan siap menerima setiap perubahan yang menimpa diri kita. Selalu sabar jika kita diberi musibah, dan syukur keika mendapatkan anugerah. Salah satu riwayat mengatakan, orang muslim akan masuk surga karena 2 hal, yaitu karena sabar dan karena syukur.

Tak ada yang tak berubah dalam hidup, kecuali perubahan itu sendiri. Ciptakan perubahan-perubahan yang menguntungkan bagi semua orang. Ciptakan perubahan-perubahan yang membanggakan dan menyenangkan hati.

Jika kita selalu mengingat tiga kunci hidup itu, insyaallah kita akan selalu bersemangat menciptakan yang terbaik dalam hidup kita, selalu bersabar dan bersyukur. Mudah-muahan kita semua bisa menjalankannya yaa….amiin.

One thought on “Tiga kunci hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s